Transformasi Digital Pendidikan: Antara Peluang dan Kesenjangan
Redaksi JA
Ketika ruang kelas berpindah ke layar-layar digital, dunia pendidikan mengalami transformasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam hitungan minggu, sistem yang telah berjalan selama berabad-abad harus beradaptasi dengan realitas baru.
Di satu sisi, teknologi membuka akses yang belum pernah ada sebelumnya. Seorang siswa di pelosok Nusa Tenggara kini bisa mengakses materi dari universitas terbaik dunia. Platform pembelajaran daring menjanjikan demokratisasi pengetahuan.
Namun di sisi lain, ketimpangan digital justru semakin terlihat. Data menunjukkan bahwa lebih dari 40% siswa di Indonesia tidak memiliki akses internet yang memadai untuk pembelajaran daring. Di daerah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal), listrik pun masih menjadi kemewahan.
Solusinya tidak bisa parsial. Dibutuhkan investasi besar-besaran dalam infrastruktur digital, pelatihan guru, dan pengembangan konten lokal. Yang lebih penting lagi: kebijakan pendidikan harus inklusif sejak dari desainnya, bukan sekadar tambalan.