Pada Piala Dunia 2026, kebesaran dapat dihitung dengan mudah: 48 tim, 12 grup, 104 pertandingan, 16 kota tuan rumah, dan tiga negara yang membentang melintasi benua. Angka-angka itu membuat turnamen ini tampak seperti perayaan sepak bola yang akhirnya membuka pintu lebih lebar. Enam belas negara lebih banyak daripada edisi 2022 mendapat tempat. Kawasan yang selama puluhan tahun melihat Piala Dunia dari pinggir kini memperoleh representasi yang lebih besar.
Namun, kebesaran juga mempunyai satuan lain: menit bermain, kilometer perjalanan, zona waktu, hari pemulihan, dan biaya yang harus ditanggung untuk mengikuti tim dari satu kota ke kota berikutnya. Di situlah Piala Dunia terbesar dalam sejarah berubah menjadi sebuah pertanyaan. Apakah turnamen yang lebih luas dengan sendirinya menjadi lebih inklusif, atau ia hanya mengundang lebih banyak peserta ke dalam sistem yang makin berat?
## Pintu yang memang menjadi lebih lebar
Keuntungan pertama format baru tidak perlu dikecilkan. Piala Dunia bukan milik negara yang itu-itu saja, dan pembagian tempat merupakan bagian dari makna sebuah turnamen global. Penambahan peserta memberi Afrika sembilan tempat langsung, Asia delapan, Concacaf enam, Amerika Selatan enam, Oseania satu, dan Eropa 16. Dua tempat lain ditentukan melalui turnamen playoff antarkonfederasi.
Bagi banyak negara, lolos bukan sekadar pencapaian olahraga. Kehadiran di panggung terbesar dapat memperluas perhatian terhadap liga domestik, akademi, pelatih, dan generasi anak yang sebelumnya tidak pernah melihat negaranya sendiri bertanding di Piala Dunia.
Format 12 grup berisi empat tim juga mempertahankan tiga pertandingan grup bagi setiap peserta. Dua tim teratas dari setiap grup serta delapan tim peringkat ketiga terbaik maju ke babak 32 besar. Dibandingkan dengan gagasan awal berupa grup berisi tiga tim, susunan ini mengurangi risiko pertandingan terakhir yang terlalu mudah dihitung demi menghasilkan kombinasi tertentu. Pertandingan terakhir dalam satu grup tetap dimainkan secara serentak. Secara kompetitif, ini merupakan kompromi yang lebih masuk akal.
Inklusivitas tersebut nyata. Masalahnya, FIFA tidak hanya menambahkan negara. Turnamen bertambah dari 64 pertandingan pada 2022 menjadi 104 pertandingan, berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026, dan memiliki satu putaran gugur tambahan. Calon juara kini harus memainkan delapan laga, bukan tujuh. Satu pintu dibuka, sementara lorong di belakangnya dibuat jauh lebih panjang.
## Kalender tidak mempunyai ruang kosong
Piala Dunia tidak berdiri di luar kalender sepak bola. Ia ditempatkan setelah musim klub yang sudah padat dan sebelum musim berikutnya segera dimulai. Periode pelepasan wajib pemain dimulai pada 25 Mei 2026 setelah pertandingan resmi terakhir klub pada 24 Mei, dengan pengecualian yang dapat diberikan bagi final kompetisi klub sampai 30 Mei. Final Piala Dunia dijadwalkan pada 19 Juli. Bagi pemain yang melaju jauh, jeda antara tugas klub, persiapan tim nasional, dan turnamen menjadi sangat sempit.
Masalah beban tidak dapat dibaca hanya dari jumlah pertandingan. Perjalanan, perubahan waktu tidur, suhu, kualitas pemulihan, dan tekanan pertandingan menentukan bagaimana tubuh merespons. FIFA menyusun mayoritas laga dalam tiga zona geografis—barat, tengah, dan timur—serta menjaga tiga hari istirahat bagi tim dalam 103 dari 104 pertandingan. Regionalisasi ini penting, tetapi tidak menghapus skala geografis turnamen. Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat bukan satu kawasan perkotaan yang dapat dilintasi dengan perjalanan singkat.
Beban pun tidak terbagi rata. Tim yang tersingkir pada fase grup memainkan tiga pertandingan, sedangkan finalis memainkan delapan. Pemain cadangan mungkin hampir tidak turun, sementara pemain inti menjalani menit berintensitas tinggi. Seorang pemain dari klub kecil dapat datang dengan beban berbeda dari pemain yang baru menyelesaikan liga, piala domestik, dan kompetisi antarklub. Rata-rata hari istirahat karena itu tidak cukup menjelaskan risiko individual.
Ekspansi membuat jumlah pertandingan meningkat 62,5 persen, sedangkan durasi turnamen tidak bertambah dalam proporsi serupa. Efisiensi jadwal bagi penyelenggara dapat berubah menjadi kepadatan bagi tubuh pemain. Jika kualitas permainan menurun pada akhir laga atau pemain mengalami lebih banyak gangguan kebugaran, itu bukan kegagalan daya juang. Itu konsekuensi dari sistem yang meminta lebih banyak produk dalam waktu pemulihan yang terbatas.
## Inklusif bagi tim, belum tentu bagi suporter
Ada perbedaan antara akses sebuah negara ke turnamen dan akses warganya ke pengalaman Piala Dunia. Format baru memperbesar kemungkinan sebuah bendera hadir, tetapi suporter tetap menghadapi harga tiket, akomodasi, visa, penerbangan, dan perpindahan antarkota. Bahkan jadwal yang dikelompokkan secara regional tidak membuat perjalanan lintas Amerika Utara menjadi murah.
Suporter yang mempunyai uang dan keluwesan waktu dapat mengikuti timnya. Yang lain mungkin hanya mampu menyaksikan satu pertandingan atau kembali mengandalkan layar dari rumah. Dalam pengertian itu, Piala Dunia menjadi lebih representatif di lapangan tanpa otomatis menjadi lebih terjangkau di tribun. Kata “inklusif†harus memuat keduanya jika tidak ingin berhenti sebagai bahasa promosi.
Skala perjalanan juga menimbulkan pertanyaan lingkungan. Strategi keberlanjutan turnamen mencakup komitmen pengurangan emisi, tetapi tiga negara, 16 kota, 48 tim, dan perjalanan jutaan orang menciptakan tantangan yang tidak selesai melalui operasi stadion saja. Jejak terbesar sebuah acara global kerap muncul dari mobilitas penonton dan peserta. Regionalisasi jadwal membantu, tetapi penilaian akhir memerlukan inventaris emisi yang terbuka, metode yang dapat diperiksa, serta laporan setelah turnamen—bukan hanya komitmen sebelum bola ditendang.
## Lebih banyak sepak bola tidak selalu lebih baik
Ekspansi mudah dibela dengan kalimat bahwa penggemar memperoleh lebih banyak pertandingan. Namun, kelimpahan dapat mengubah cara turnamen dirasakan. Pada format 32 tim, fase grup menyaring setengah peserta. Pada 2026, sebanyak 32 dari 48 tim maju. Delapan tim peringkat ketiga memperoleh tempat di fase gugur. Satu kemenangan atau serangkaian hasil imbang dapat cukup untuk bertahan, sementara kalkulasi lintas grup menjadi bagian besar dari hari-hari terakhir fase pertama.
Itu tidak berarti pertandingan grup kehilangan arti. Negara debutan tetap dapat menghasilkan kisah yang tidak mungkin hadir tanpa ekspansi. Akan tetapi, desain kompetisi harus dinilai dari ketegangan yang diciptakannya, bukan semata-mata jumlah konten yang dihasilkan. Apabila terlalu banyak laga hanya menjadi tahap sebelum penyisihan yang sesungguhnya, volume meningkat tanpa kenaikan nilai yang sebanding.
Piala Dunia 2026 memperlihatkan dua kebenaran sekaligus. Sepak bola dunia layak memberi tempat kepada lebih banyak negara. Pemain dan suporter juga layak diperlakukan sebagai manusia dengan batas tubuh, waktu, dan kemampuan ekonomi. Keduanya tidak perlu dipertentangkan, tetapi tidak boleh dianggap otomatis selaras.
Ukuran keberhasilan turnamen ini karena itu bukan hanya stadion penuh, rekor penonton, atau pendapatan komersial. Kita perlu melihat apakah tim-tim baru dapat bersaing, apakah jadwal melindungi pemulihan pemain, apakah perjalanan dapat dikelola, apakah klaim lingkungan dilaporkan secara jujur, dan apakah akses bagi suporter melampaui mereka yang paling mampu membayar.
Piala Dunia yang lebih besar dapat menjadi Piala Dunia yang lebih duniawi. Namun, jika setiap perluasan peserta selalu diikuti penambahan pertandingan dan tuntutan komersial, inklusivitas berisiko menjadi alasan yang indah untuk menjual lebih banyak kelelahan. Sepak bola memang membutuhkan pintu yang lebih lebar. Ia juga membutuhkan keberanian untuk tidak memenuhi setiap ruang baru dengan pertandingan tambahan.
References
1. https://www.fifa.com/en/articles/article-fifa-world-cup-2026-mexico-canada-usa-new-format-tournament-football-soccer
2. https://www.fifa.com/en/tournaments/mens/worldcup/canadamexicousa2026/articles/fifa-world-cup-26-match-schedule-revealed
3. https://www.fifa.com/en/articles/groups-how-teams-qualify-tie-breakers
4. https://inside.fifa.com/tournaments/mens/worldcup/canadamexicousa2026/qualifiers
5. https://fifpro.org/en/supporting-players/health-and-performance/player-workload
6. https://inside.fifa.com/human-rights/fifa-world-cup-2026