Mengapa Kebebasan Berpendapat Adalah Fondasi Demokrasi yang Tak Boleh Digerus
Redaksi JA
Dalam lanskap demokrasi modern, kebebasan berpendapat menempati posisi yang tidak tergantikan. Ia adalah jembatan antara rakyat dan kekuasaan, antara gagasan dan kebijakan.
Sejarah mencatat bahwa rezim-rezim otoriter selalu dimulai dengan pembungkaman suara kritis. Dari sensor media hingga kriminalisasi aktivis, pola yang sama berulang: kekuasaan yang tak ingin dikritik akan menghalalkan segala cara untuk membungkam.
Indonesia pasca-reformasi telah mencatat kemajuan signifikan dalam menjamin kebebasan berekspresi. Namun tantangan tetap ada: disinformasi, ujaran kebencian, dan polarisasi sering dijadikan dalih untuk kembali mengekang kebebasan.
Yang diperlukan bukanlah pembatasan, melainkan literasi. Masyarakat yang terdidik akan mampu memilah informasi tanpa perlu dikontrol. Demokrasi yang sehat dibangun di atas fondasi warga negara yang kritis, bukan warga negara yang patuh.