HealthOpinion
Kesehatan Mental Gen Z: Krisis yang Tak Boleh Diabaikan
R
Redaksi JA
·11 reads
Data WHO menunjukkan peningkatan signifikan kasus depresi dan kecemasan di kalangan usia 18-25 tahun. Di Indonesia, prevalensi gangguan mental emosional pada remaja mencapai 9,8%.
Apa yang berubah? Para peneliti menunjuk pada kombinasi faktor: tekanan media sosial, ketidakpastian ekonomi, dan kecemasan terhadap perubahan iklim.
Yang lebih mengkhawatirkan: stigma terhadap kesehatan mental masih kuat. Banyak yang memilih diam daripada mencari bantuan, takut dicap lemah.
Solusinya multidimensional: pendidikan kesehatan mental sejak dini, akses layanan konseling yang terjangkau, dan kampanye nasional untuk menghapus stigma.